Saturday, October 17, 2009


MBAH JINGKRAK
Hari ini setelah cukup lama aku lunch di Mbah Jingkrak lagi. Sudah jadi groupie Mbah Jingkrak sejak restorannya masih di Bulungan. Untuk yang belum tahu, Mbah Jingkrak adalah nama restoran yang menyajikan masakan tradisional Jawa yang bener-bener seperti masakan rumahan di kampung, bukan yang sudah disesuaikan dengan selera umum atau turis asing. Dengan kata lain, belum "dijinakkan".
Beberapa waktu lalu restoran yang di Bulungan tutup, dan sebagai gantinya buka outlet di Setiabudi, di dekat Four Seasons Hotel. Sudah lama kepingin 'communion' dengan Mbah Jingkrak lagi tapi baru kesampaian tadi siang.
So what's changed from the old outlet? Well, for one thing, the place is more spacious. Dan dekorasinya makin 'tradisional', makin 'ndeso', baik dari sisi perabot maupun pemajangan pernak pernik antiknya.
Secara umum, dining section di Mbah Jingkrak Setiabudi ini dibagi 2 bagian.
Bagian pertama adalah -- menurut istilah saya sendiri -- the Jowo section. Di mana the overall atmosphere adalah berasa di rumah Mbah Kakung di desa Nggorang Nggareng atau di kampung Ceper sana.












Tidak kalah dari Hard Rock Cafe ataupun Planet Hollywood, Mbah Jingkrak juga dihiasi berbagai memorabilia bertama jaman mbiyen.
Ada berbagai sepeda motor tua Ducati, DKW..

Ada koleksi berbagai botol kecap lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Para penguasa pasar lokal?












Juga ada koleksi berbagai kotak rokok baik lokal maupun 'interlokal'













..perabot tua...













Uniknya juga, dipajang koleksi botol shampoo, sabun, etc yang pasti dicomot dari berbagai hotel tempat the owner pernah nginap :)

Nah bedanya dengan outlet Bulungan, di Setiabudi ini ada the second dining section, yaitu -- istilahku sendiri -- the Japanese section. Section ini letaknya outdoor, di halaman belakang, di tepi kolam. Yes, it's a nice touch to have an alfresco dining section decorated with Japanese ornamentalia. Even the tree there looks much like the cherry blossom tree.
The section started with a mock Japanese bridge













...into a nice set of tables arranged around a small pool













Tapi bagaimana dengan bagian terpentingnya --- the food??Well, they maintained the consistency of the quality in the food department. Masih totally traditional, totally ndeso, totally kampung, totally UENAK! Seperti masakan Yu Nah. Seperti masakan Mbak Watik..Dan bukan cuma dalam hal content mereka excel, hal context mereka juga sangat perhatikan. Tampak dari display yang pasti langsung sangat membikin meringis judheg mereka yang sedang sariawan


So what did we have? Well, tadi pesan: Nasi merahAsem asem koyorMangut ikan pari asapOseng oseng genjerOseng oseng jipang (labu siyem)Sambel iblis.Nasi putih2 es teh tawar2 oseng tempe peteSemuanya memuaskan.Especially Mangut ikan pari asapnya. Kerasa banget gurih asapnya. Tulang rawan ikan parinya juga bisa berfungsi sebagai pengganti krupuk yang kruwes kruwes. Kekruwesan itu digabung dengan letaknya sebagai tulang yang di dalam daging ikan makin membuat unik pengalaman mengkramusnya.














Kalaupun ada sedikit perubahan yang agak mengecewakan, Sambel Iblisnya yang dulu rasanya bener bener kayak Iblis yang nabok mulut kita pakai sandal terompah, sekarang rasanya koq agak agak 'tame' ya... Sudah 'aman terkendali', bukan lagi infinite chaos seperti dulu. Ini kabar baik buat temen temen yang takut pedas tapi menyedihkan buat saya, walaupun bukan berarti Sambal Iblis ini jadi manis. Pedasnya sih masih, cuma efeknya gak langsung jegrek kayak dulu melainkan kayak mesin diesel, panas belakangan.


Harga? Granted, not warteg cheap. But at Rp 80 ribu untuk semua menu di atas, yaa....masih terjangkaulah untuk setahun sekali makan di situ.Ayolah...sekali makan di Kiyadon atau di Shima atau di Riva bisa habis beratus ribu bahkan berjuta perak, give local delicacies a chance!


All in all, highly recommended to all of you. Go there. Best time to visit will be around 5 in the afternoon, where the day's heat has dissipated but there is still enough light to enable full enjoyment of the atmosphere, and not very long until it's dark enough for the lights to go up to create a whole different feel.

Happy eating!












No comments:

Post a Comment